Jumat, 04 November 2016

Istiqomah is The Hardest Thing After Hijrah

Assalamualaikum :)
Saya mau sekedar sharing pengalaman selama setahun terakhir ini yg membuat saya memutuskan untuk berhijrah

Masa lalu saya memang tidak begitu bagus, mungkin bisa dibilang nakal. Saya memutuskan untuk memakai jilbab setelah lulus dari SMA. Walaupun memang kelakuan saya belum bisa dibilang baik. Tp tekad saya sudah bulat karna prinsip saya setelah memakai jilbab jika saya ingin melakukan sesuatu saya akan berfikir terlebih dahulu karna saya memandang jilbab saya.

Singkat cerita sekitar bulan september 2015. Saya masuk kuliah, ditempat yg baru saya bertemu dengan orang-orang baru juga. Saya bertemu dengan laki-laki yg berusaha mendekati saya. Kita dekat tp kedekatan kita tidak membuat saya lebih dekat dengan Dia, sehingga saya memutuskan untuk pergi perlahan.
Kemudian saya kembali dekat dengan seorang laki-laki. Yg awalnya membuat saya kagum dengan kesolehannya, komitmennya, segala janji manisnya, kedewasaannya. Tapi ternyata saya terlena dengan semuanya sebulan, dua bulan, tiga bulan kami bersama, saya merasa ada yg tidak beres dengan hubungan ini. Saya merasa hanya dosa yg kita perbuat walaupun sedikit ada beberapa nilai positif dengan hubungan ini. 
5 bulan berlalu hubungan kami semakin tidak sehat, hingga akhirnya saya mencoba untuk berbicara padanya tp yg saya dapat tidak ada hasil melainkan pertengkaran. 7 bulan berlalu saya semakin tidak tahan dengan bayang2 dosa dan takut akan kematian saya juga pertanggung jawaban masa muda saya diakhirat nanti. Dan ditanggal 1 agustus 2016 tidak sengaja pertengkaran terjadi yg mengakibatkan kita harus berjalan masing-masing dan saya sudah tidak bisa menahan dia lg untuk berada disisi saya.
Awalnya saya tidak terima dengan semuanya. Tapi setelah seminggu berlalu saya berusaha bangkit dan membuktikan saya lebih baik tanpanya.
Dari sini saya mulai berhijrah. Memutuskan untuk tidak ada lagi yg namanya "Pacaran Sebelum Nikah" . Mencoba untuk merubah cara berpakaian saya dengan lebih syar'i, tapi Mungkin untuk berpakain saya masih belum siap untuk dalam waktu cepat karna sikap saya yg masih belum baik.   Dan saya yakin dengan keputusan ini dipastikan jalan saya tidak akan mudah.
Benar saja setelah sebulan berlalu ada laki-laki lagi yg mendekati saya. Dengan tegas saya katakan padanya kalau saya tidak mau berpacaran. Syukur dia mengerti tp saya tidak bisa membuat laki-laki ini terus berharap sehingga saya harus berbicara jujur walaupun sebenarnya saya iba padanya. Kemudian sekitar tgl 12 Oktober saya didatangkan laki-laki kembali. 2 hari saya berkenalan dan saya kagum dengan kesolehannya, dia bukan orang baik, kita sama-sama pernah nakal, tp menurut saya jika ingin berubah lebih baik lagi itu jauh lebih dr luar biasa. Seminggu saya berkenalan dengannya, saya bisa cerita banyak tentang hijrah saya. Yg kebetulan kita sama-sama ingin berhijrah. Saya sering bertukar pikiran tentang istiqomah kita. Sekitar 2 minggu berkenalan saya ceritakan niat saya yg selama ini belum teralisasikan. Yaitu memakai pakaian yg sesuai syariat islam. Niatan saya sangat didukung dengannya tp saya katakan padanya jika niatan saya dilakukan sekarang saya yakin banyak orang yg menyangka saya berubah pasti karna dia bukan karna Dia.
Dan benar saja, setelah saya mencoba pelan-pelan belajar untuk merubah sedikit demi sedikit merubah cara berpakaian saya, walaupun belum bisa disebut seutuhnya sebagai pakaian syar'i. Saya mendapati perkataan orang tentang perubahan saya bahwa saya berubah karna dia, bahkan temen terdekat saya berfikiran seperti itu. Walaupu. Saya tidak tau itu candaan atau bukan. Tapi, tetap saja perkataan itu menyakiti hati saya.  Tp saya mencoba untuk tidak begitu memperdulikannya, karna saya yakin Allah SWT maha tau untuk siapa dan untuk apa niatan saya berhijrah. Dan bismillah saya yakinkan diri saya, saya luruskan niat saya bahwa saya mencoba untuk beristiqomah dan saya yakin istiqomah adalah bukan hal yg mudah, akan banyak celaan dan prasangka buruk yg saya akan dapatkan. Tapi dengan saya bersamaNya saya yakin saya akan lebih kuat.
Dengan Bismillahirohmanirrohim
Saya teguhkan tekad saya
Saya bulatkan niat saya
Saya kuatkan komitmen saya
Untuk selalu berada di jalanNya

Hijrah saya bukan karna dia melainkan karna Dia.
Saya besyukur bisa mengenalnya. Dengannya semua bisa kulewati
Tapi tujuan saya berhijrah hanya karnaNya lillahita'ala.
Dan dia hanya sebagai perantara cahaya saya untuk bisa membimbing saya .
Hati sata juga terketuk setalah membaca dari potongan ayat ini
.
Firman Allah yang memerintahkan untuk
.

Larangan berpacaran:
“Dan janganlah kalian mendekati perbuatan zina, sesungguhnya itu adalah perbuatan nista dan sejelek-jelek jalan.”(Qs Al-Isra`: 32)

memakai khimar/kerudung
“…Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung kedadanya… ”
(Qs. An Nur: 31)
.
Perintah untuk memakai jilbab/gamis Syar'i :
“… Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka… ”
(Qs. Al Ahzab:59)
.
Perintah untuk memakai kaos kaki.
Rasulullah bersabda: “Aurat wanita adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan”
(HR. Abu Dawud) .

Jadi, jika saya sekarang berbeda, tolong jgn cela saya, jangan berfikir buruk tentang saya.
Mungkin pakaian dan khimar saya belum sesempurna ukhti diluar sana yg lebih baik. Tp bismillah sebisa mungkin saya belajar untuk berproses.
Saya harap ukhti saudara seiman saya bisa terketuk hatinya untuk bisa belajar berproses bersama-sama

Wanita yg berpakaian syar'i saja belum tentu bisa mendapatkan surgaNya. Apalagi kalau kalian tidak memakai jilbab. Tutuplah auratmu dari pandangan yg bukan mahrom-mu.

"Jika kamu mengambil jalan yg benar. Dipastikan jalanmu tidak akan mudah"

Bukan maksud menggurui atau apapun. Tapi saya hanya ingin sedikit berbagi tentang perjalanan hidup saya untuk bisa beristiqomah walaupun banyak perkataan orang lain yg masih sering menyakiti hati saya . Sehingga tidak mudah untuk terus berdiiri disini dengan angin yg kencang dengan niatan yg baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar